Sabtu, 03 Januari 2009
Badan Hukum Pendidikan (BHP)
VVV
Masalah Pendidikan Menurut Nelson Tansu
Diterbitkan 27 Oktober 2006 Pendidikan
Sedikit tentang Prof. Nelson Tansu, PhD (kelahiran 20 Oktober 1977), dia adalah salah satu dari sedikit anak muda Indonesia yg sukses di bidangnya. Dari hasil wawancaranya dengan pembelajar.com ada beberapa hal yg bisa dijadikan benang merah masalah pendidikan di Indonesia.
Beberapa kali dia mengatakan persoalan utama yg membuat pendidikan di Indonesia tertinggal jauh adalah:
Kurang optimalnya pelaksanaan sistem pendidikan (yg sebenarnya sudah cukup baik) di lapangan yg disebabkan sulitnya menyediakan guru2 berbobot untuk mengajar di daerah-daerah.
Sebenarnya kurikulum Indonesia tidaklah kalah dari kurikulum di negara maju, tetapi pelaksanaannya yang masih jauh dari optimal. Implementasi pendidikan yg kurang benar.
Kurang sadarnya masyarakat mengenai betapa pentingnya pendidik dalam membentuk generasi mendatang sehingga profesi ini tidak begitu dihargai dan dipandang sebelh mata.
Kultur belajar bukanlah masalah utama tetapi kultur masyarakat secara keseluruhan karena tidak disadarinya pendidikan adalah investasi bangsa.
Terlalu seringnya sistem pendidikan digonta-ganti tergantung kondisi politik, padahal itu bukanlah masalah utama, yg menjadi maslah utama adalah pelaksanaan di lapangan, kurang optimal.
Kurangnya pemerataan di daerah.
Terbatasnya fasilitas untuk pembelajaran baik bagi pengajar dan yg belajar. Hal ini terkait terbatasnya dana pendidikan yg disediakan pemerintah.
Yah dari semua point yg diungkapkan Nelson Tansu itu sudah disadari oleh semua pihak mulai pakar pendidikan, pemerintah, dan orang tua siswa/mahasiswa. Tapi mengapa mereka terutama pemerintah terkesan enggan untuk menginvestasikan APBN-nya untuk pendidikan. Apa mungkin tidak percaya terhadap pengelolah pendidikan, yg memang hobi memanipulasi itu? Atau pura-pura tidak tahu karena garapan pendidikan hasilnya tidak bisa segera dilihat selama masa kekuasaannya? Atau karena memang sudah diketahui bahwa dana besar kalo guru tidak berbobot hasilnya tetep nol? Tapi kalo iya mengapa rekrutmen pendidik yg saat ini saya rasa lebih buruk tetep dilanjutkan gara2 desekan arus bawah. Saat ini guru banyak direkrut dari lulusan S-1 non pendidikan yg kemudian membeli “akta IV” di “kampus kali lima” dengan hanya membayar kisaran 2 juta saja.
Banyak sekali kegiatan yg dilakukan depdiknas untuk meningkatkan bobot guru, tetapi tindak lanjut yg nol besar dari kegiatan semacam penataran, sosialisasi, atau apalah namanya. Jadi terkesan (atau memang bener yah) yg penting kegiatan itu terlaksana selanjutnya yah terserah mau kinerja lebih baik atau tidak mereka gak perduli.
Jika kondisi semacam itu tidak diubah untuk dibenahi kecil harapan pendidikan bisa lebih maju/baik. Pendidikan jika dipolitisir maka sampai kapanpun pendidikan Indonesia sulit untuk maju. Yah memang ada beberapa sekolah sudah terpandang, namun dibandingkan populasi sekolah yg ada sangat tidak singnifikan.
Selama ini kesan kuat bahwa pendidikan yg berkualitas mesti bermodal/berbiaya besar. Tapi oleh pemerintah itu tidak ditanggapi, kita lihat saja anggaran pendidikan dalam APBN itu. Padahal semua tahu bahwa pendidikan akan membaik jika gurunya berbobot dan cukup dana untuk memfasilitasi kegiatan pembelajaran.
30 Tanggapan ke “Masalah Pendidikan Menurut Nelson Tansu”
Pengumpan untuk Entri ini Alamat Jejakbalik
narto
27 Oktober 2006 pukul 9:42 pm
Sayang yah. Padahal generasi muda bangsa Indonesia boleh dibilang punya banyak prestasi di arena olimpiade sains internasional.
wadehel
28 Oktober 2006 pukul 7:23 am
1# Masyarakat yang tidak sadar lebih mudah di bodohi dan dimanfaatkan. (Oleh siapa?)
2# Seringnya gonta-ganti sistem pendidikan dan pemerataan yang buruk disebabkan birokrasi yang memang korup lahir batin. (Apa kabar Pemberantasan Korupsi?)
3# Dana pendidikan yang (sengaja?) sangat kurang, ada hubungannya dengan point 1?
SBY…
JK…
Halow?
prakoso
29 Oktober 2006 pukul 3:22 pm
@ narto:
Iyah… yg dari Riau tuh malah “dibeli” oleh Singapura, Indonesia gak begitu perduli juga.
@ wadehel:
1# Oleh yg suka membodohi…
2# Kabarnya… turut serta korupsi kaliiiiii
3# Diplintir dan dipolitisir… mungkin mereka pikir nanti sajalah…
Tidak hanya SBY & JK khan… orang yg datang-duduk-diam-dengkur-dapat duit itu mesti mempertanggungkawabkannya di akhirat, kalo dibumi pura2 tidak tahu.
pussss
7 Nopember 2006 pukul 8:59 pm
saya berpendapat itu semua bukan salah SBY-Kalla.
Terkadan memang enak untuk memprotes, tanpa mereka menyadari kemampuan masing2.
Kalau mereka diposisikan seperti SBY,, kira2 bisa ga mereka untuk sekaligus menyelesaikan SEMUA permasalahan yang sedang melanda indonesia??
Seperti ekonomi yang benar2 dalam kondisi yang menakutkan, politik yang sekarang sering menjadi ilmu untuk merengkuh kekuasaan (oleh oknum2 tertentu,, saya tidak bilang semuanya,, karena saya masih jg byk melihat politikus2 yang berlayar di menuju pulau keadilan dan berpandangan objektif.), dan BEGITUUUUUUUUUUUUUUUUUU banyak masalah
PENTING laen yang harus di tanggulangi sesegera mungkin.
Maaf jika saya bersikap membela pak SBY,, saya agak keberatan dgn org2 yang ngomong seenaknya saja.
Kalau mengenai masalah pendidikan,, saya merasa yag harus benar2 diperhatikan adalah teknik mengajarnya agar tidak membosankan dan mengajar itu harus bisa mengasah otak dan nalar para pelajar,, bkan hanya memberikan catatan dan soal2 yang hanya untuk mereka bahas dirumah.
Juga harus pemahaman dari para pelajar tentang fungsi dari pendidikan bagi diri mereka sendiri
Thx..
helgeduelbek
8 Nopember 2006 pukul 7:51 pm
emmm… tidak salah juga sih… BTW apa masih banyak kira2 pengajar yg bergaya dengan hanya memberi catatan dan kasih soal tuk pr…. kalo gitu gampang yah jadi guru.
Siapapun yg memimpin mesti bertanggung jawab terhadap semua hal yg ada di wilayah kepemimpinannya… bukan begitu. Kalau gak sanggup yah… ngapaian lama2 memimpin. Termasuk kita yg baru belajar memimpin diri kita masing-masing, kalau gak sanggup…. ???
ambar
15 Nopember 2006 pukul 7:26 pm
masalah yang dilontarkan oleh anda berdasarkan realitas apa yang melingkupinya, hal ini terkait dengan sistem yang mapan tetapi penerapan yang kurang bagus, bukankah penerapan sebuah sistem didasarkan oleh sistem itu sendiri.
Muddin Sidabalok
24 Nopember 2006 pukul 1:00 pm
Kalau pendidikan dan SDM kita bisa maju pesat, memang dibutuhkan tanggung-jawab bersama antara sekolah, universitas, masyarakat dan pemerintah. ” Memang komitmen tersebut sangat sulit di capai. Tapi memang harusss!. Pendidikan bisa maju, kita harus gotong-royong sehati untuk memajukan suatu bangsa. Jadi pemerintah harus mengutamakan APBN pendidikan 35%. kalau bisa guru dibayar mahal. Kualitas guru ditingkatkan. Kalau bisa orang pintar yang ada di asia, eropa dan Amerika dipanggil bersama-sama untuk mengembangkan Manusia Indonesia yang cerdas dan bermartabat. Langkah ini harus diambil pasti !!!
Rizal
16 Januari 2007 pukul 12:22 am
seandanya klo einstein dilahirkan kembali trus sekolah disekolahan umum diindonesia apa yang terjadi ya? bisa jadi ahli fisika lagi nga yach? beruntunglah mas nelson tansu pergi ke amrik untuk belajar S1-S3 disana n dia nga sampai terkena racun racun pendidikan tinggi di indonesia.
Helgeduelbek:
Wah gak tahu juga… Sebenarnya kita bisa saja memanfaatkan pengalaman Nelson Tansu, tapi apa ada wadah di Indonesia yg bisa menerimanya. Padahal kita tahu banyak WNI lulusan LN yg telah mengeyam pendidikan yg bagus, tapi sayang mereka tidak begitu exist di negerinya sendiri, kurang dihargai. Sayang yah.
afif mahrus
16 Januari 2007 pukul 8:07 pm
hallo seniorku !!
saya salut dengan prestasi mas, ditengah warna pendidikan indonesia yang kelabu bahkan hitam. ternyata mas memberikan warna cerah untuk bangsa yang lagi bangun ini.
kami punya organisasi di bidang pendidikan kepemudaan - forum putra daerah peduli pendidikan - yang bertempatdi kediri jawa timur, untuk sementara ini kami masih berjuang pada peningkatan bahasa inggris - maunya semua - yang kaminaggap paling dibutuhkan kedepan. namun dengan ini, selama baru tiga tahun ini kami sudah membuktikan dengan terpilihnya salah satu pendiri organisasi ini terpilih menjadi juara terbaik I pemuda pelopor di budang pendidikan tingkat nasional dan ASEAN.
tahun ini kami ingin go nasional tolong bantu
mohon kunjungi fpdp2
ada dech
2 Mei 2007 pukul 2:53 pm
memang serba sulit ya. disatu sisi pendidikan menjadi salah satu investasi masa depan. akan tetapi perhatian yang diberikan oleh seluruh elemen baik itu pemerintah ataupun masyarakat sendiri masing sangat kurang. sebenarnya kita itu ga tau atau kurang peka sich?pendidikan yang begitu penting malah han ya menjadi bual-bual ato lebih parah menjadi salah satu alat yang diperdagangkan. klo mang pendidikan itu penting knapa banyak masyarakat terlalu perhitungan saat harus memberikan pendidikan terbaik untuk anaknya. kenapa orang harus melalui proses terpaksa terlebih dahulu sampai nantinya ia harus berdiri sebagai seorang pendidik.ini salah siapa? tidak ada yang salah saebenarnya jikalau kita mau melihat pada dirisendiri lalu mulai mengintropeksi diri, tidak hanyua saling tuduh dan menyalahkan.
Hjps
4 Mei 2007 pukul 3:29 pm
ya…..benar sekali….!!!sangat kurangnya tenaga pengajar yang berbobot dan berkualitas.
Ini merupakan satu contoh kasus dari sekian banyak yang terjadi dan yang terjadi di sekolah saya dulu…
Coba pikir masa satu guru yang berkutat di bidang olah raga malah mengajar mata pelajaran ekonomi akuntansi….???
trus ada satu guru yang saat ngajar keliatan sekali kalo dia ga menguasai materi yang sedang diajarkannya….!!!plez…deh dia pikir siswa itu ga bisa mikir apa…???
ya….itu salah satu contoh kecil dari sekian banyak contoh kasus yang memperlihatkan betapa memprihatinkannya masalah pendidikan di Indonesia yang dampaknya akan sangat besar untuk masa yang akan datang.
Dimana generasi yang selanjutnya akan menanggung semuanya…..
rusdin ato
11 Juni 2007 pukul 6:40 pm
Memang, kurangnya tenaga pendidik yang profesional di Indonesia salah satu penyebabnya adalah sistem pendidikan kita yang semakin terpuruk di antara negara-negara lain di dunia. Akibat sistem pendidikan tersebut banyak tenaga pendidik tidak pantas untuk mengajar di setiap jenjang di sekolah. Akankah hal ini akan ditanggapi serius oleh pemerintah, Marilah kita belajar kepada pengalaman-pengalaman anak Indonesia di Luar Negeri!!!
Indonesia tidak akan keluar dari krisis multidimensi jika PENDIDIKANNYA TERPURUK KAYAK SEKARANG, ITU PR PAK SBY-KALLA YANG PENUH JANJI TENTANG PENDIDIKAN TIDAK ADA REALIASASINYA.
Tri Susanti
23 Juli 2007 pukul 4:22 am
Aku bukan guru sih. Tapi tetap merasa bertanggungjawab atas pendidikan putra-putri kita.
Aku setuju banget. Akar masalahnya kurang lebih seperti itu.
Ya. kita sudah dapat akar masalahnya, sekarang ngapain? Semuanya itu butuh pemecahannya. kita tidak bisa bertindak sendiri. Banyak pihak yang harus diajak bekerjasama untuk itu. Berapa generasi yang harus kita ikutsertakan?
Bagaimana pengoptimalannya?
Dari dulu Indonesia tu sama. Tidak berubah.
Dilihat dari pemerintahan yang gonta-ganti kabinet, dll. Dianggap yang baru berkuasa paling bener kali ya. Sedangkan program yang mereka rencanakan tidak dapat tercapai dalam periode kepengurusan mereka. Sehingga semua rencana itu mentah kembali karna sudah diganti dengan rencana pemerintahan yang baru. ha…ha….
Kapan mau berubah.
Bencana alam sudah banyak melanda kita. Rasanya kita sadar hanya ketika baru-baru terjadi musibah saja. Setelah itu, lupa. Cuek. Sudah lupa tuh. Padahal untuk bangkit kembali membangun Indonesia, Untuk merubah sistem yang kita anggap salah, kita membutuhkan berapa generasi?????????????
Mungkin 40 tahun to be continue baru kita bisa menghapus sistem yang kita anggap salah dan menggantinya dengan sistem yang kita andalkan dengan mengganti generasi yang membuat sistem itu menjadi salah dengan generasi yang seharusnya. Ha…ha…
Gak tau, aku rasa hanya bisa tertawa.
Siapa yang mau bangkit. Ayo Bangkit.
Kalau bukan dari kita, dari siapa lagi?
Kalau tidak dari sekarang, kapan lagi?
Kalau tidak dari hal ini, dari mana lagi?
BANGKIT!
Hub aku di: el_fysta@plasa.com
Echa_pedeh
11 Nopember 2007 pukul 5:14 pm
Duh,, bener sih..klo kita menyalahkan pemerintah atau pihak2 yang bersangkutan ga akan ada habisnya tuh..
Yang paling penting si semua itu berawal dari diri sendiri dulu (intropeksi gtuh)
Ehm,Kadang saya berfikir gtuh,,knapa sich,, pendidikan di Indonesia itu koq timpang yah..(aneh gtu)
Seperti yang kita Lihat,,banyak sekolah2 swasta atau sekolah yang berkelas Internasional yang pastinya di tempati sama orang2 yang dari kalangan “BER-ADA”..
tapi banyak pula sekolah2 yang masih banyak bantuan dari kita juga,,banyaknya sekolah yang bener2 tidak layak pakai lagi,di sertai tenaga pengajar yang tidak menuckupi..
kenapa pemerintah ga urusin yang “WONG CILIK” dulu gtuh..
huhuhu..jadi sedih saya.. T_T
Kebetulan saya kuliah ambil program pendidikan jadi jika suatu saat saya punya duit yang banyak..(amiin) Insya Allah saya ing
Echa_pedeh
11 Nopember 2007 pukul 5:15 pm
Duh,, bener sih..klo kita menyalahkan pemerintah atau pihak2 yang bersangkutan ga akan ada habisnya tuh..
Yang paling penting si semua itu berawal dari diri sendiri dulu (intropeksi gtuh)
Ehm,Kadang saya berfikir gtuh,,knapa sich,, pendidikan di Indonesia itu koq timpang yah..(aneh gtu)
Seperti yang kita Lihat,,banyak sekolah2 swasta atau sekolah yang berkelas Internasional yang pastinya di tempati sama orang2 yang dari kalangan “BER-ADA”..
tapi banyak pula sekolah2 yang masih banyak bantuan dari kita juga,,banyaknya sekolah yang bener2 tidak layak pakai lagi,di sertai tenaga pengajar yang tidak menuckupi..
kenapa pemerintah ga urusin yang “WONG CILIK” dulu gtuh..
huhuhu..jadi sedih saya.. T_T
Kebetulan saya kuliah ambil program pendidikan jadi jika suatu saat saya punya duit yang banyak..(amiin) Insya Allah saya ingin buat sekolah bagi orang2 yang ga mampu. Amiiin..
akpan
10 Januari 2008 pukul 10:00 am
sebenarnya jika ditinjau dari awal, semua kesalahan dalam sistem pendidikan itu berawal dari manajemen pemerintah yang kurang baik. kenapa? kita bisa lihat setelah sistem pendidikan terus diganti dan diganti, pendidikan di indonesia bukan tambah baik melainkan tambah buruk. intinya disini , tidak ada asap kalau tidak ada api. i mine that, kalau sistem pendidikan yang ditentukan pemerintah itu baik maka pendidikan di indonesia akan baik juga, dan sebaliknya.
fachmi
11 Januari 2008 pukul 10:03 am
Memang benar akar permasalahan pendidikan kurang lebih apa yang sperti Prof. Tansu uraikan diatas, dan ini sebenarnya sudah kita sadari semua. Dan yang paling bertanggung jawab untuk membenahi ini adalah tentu saja pemerintah. Karena Pemerintah memiliki power untuk itu semua.
- Mulai dari membenahi Perguruan tinggi yang menghasilkan Sarjana Kependidikan baik itu dari FKIP/STKIP ataupun Program Akta-IV, haruslah memiliki standar yang jelas dan tidak gampangan. Coba bisa bandingkan saja pada USM perguruan TInggi, standar nilai untuk masuk FKIP dg jurusan lain (terutama Kedokteran, Teknik dll) apakah memiliki skor yang cukup signifikan diatas??? atas signifikan dibawah???
- Perekrutan tenaga guru untuk menjadi pengajar di daerah (PNS) yang sekarang2 ini menjadi primadona di berbagai daerah (khususnya di tpt saya (Sum-Sel)), tidak lepas dari bau KKN, walaupun memang yg namanya perekrutan hampir semua tenaga PNS tidak pernah lepas dari KKN.
- Membludaknya peminat profesi tenaga pengajar sebagai PNS, sebenarnya bukan dilandasi keinginan mengabdi bagi KEMAJUAN PENDIDIKAN BANGSA, akan tetapi karena ketidakmampuan bersaing di bidang lain yang notabene mempunyai persaingan yang lebih ketat dan lebih fair jika ditinjau dari skill, pengalaman maupun kinerja yang dituntut.
- Dan tentu saja anggaran pendidikan yang harus lebih tingkatkan dari yang sudah ada, dan juga PERUNTUKANNYA JUGA HARUS SESUAI DENGAN KEBUTUHAN PENDIDIKAN itu sendiri BUKAN KEBUTUHAN PRIBADI PARA PEJABATNYA. Bisa dilihat apakah anggaran yang dibuat benar-benar berpihak kepada kemajuan pendidikan atau hanya “membuat berat” pundi2 simpanan pribadi pejabat?? Disini dituntut transparansi anggaran yang memang sudah seharusnya supaya kita (sebagai rakyat) mengetahui kemana UANG MILIK BERSAMA ITU “DIHABISKAN”.
Nah untuk kita2 yang ikut merasa peduli dgn masalah pendidikan, dalam skala kecil kita wajib memanage urusan pendidikan khsusunya untuk putra/i kita dengan memperhatikan perkembangan mereka. Apakah sudah sesuai dengan pola/tolak ukur yang ingin kita capai. Indikatornya macam2 tergantung kebutuhan kita. Putra/i kita yang masih SD tentu saja relatif berbeda dg kakaknya yg di perguruan tinggi.
Nah, sudah menjadi tanggung jawab kita juga di sekolah manapun putra/i kita di-didik, kita juga harus ikut membantu guru mengawasi perkembangan putra/i kita.
debur
1 Februari 2008 pukul 1:44 pm
Pendidikan merupakan modal utama di bangsa ini, bahkan di sekuruh dunia. Kemunduran atau kurang berhasilnya pendidikan kita tergantung kepada yang berwenang, di kita yang berwenang ogah-ogahan lihat saja pasilitas pendidikan yang bersifat permanen hampir 50% tidak layak pakai negeri maupun swasta apalagi pendidiknya.Penempatan gedung sekolah jauh dari kondusip yang penting ada, sarana dan prasarana yang penting ada, kurikulum taun demi taun yang penting ada tidak melihat kultur masyarakat kita, gajih guru yang penting ada.; Alhasil judulnya yang penting ada kalau melihat penomena seperti ini jangan harap kita bisa bermutu. Apalagi sekolah yang dibawah DEP AGAMA makin parah.Untuk itu kepada segenap komponen bangsa marikoreksi sistem pendidikan kita yang sangat-sangat ketinggalan, dan mudah-mudahan para penyelenggara pemerintah yang mengurus bidang pendidikann dibukakan hatinya dan terketuk hati nuraninya.
Achmad Syafa'at
12 Februari 2008 pukul 2:30 am
Pendidikan di Indonesia semakin gak karuan,….. bagaimana nasib bangsa ini, kalau pendidikan tidak menjadi hal yang paling diutamakan.
rien
17 Februari 2008 pukul 5:24 pm
pendidikan adalah hal yang sangat pokok untuk mendeteksi kemajuan suatu bangsa. tidaklah sepatutnya kita sebagai insan yang berpendidikan saling menyalahkan satu sama lain_entah itu presiden, wapres, diknas, sistem pemerintahan…dan kroni-kroninya. pendidikan akan menjadi barang mahal ketika tingkat perekonomian suatu negara kurang terkelola dengan baik.dan
apakah akar dari segala keterpurukan bangsa qt???semua “ada pada manusianya”..
nah…………..!!!!now,what we can do????
jhony surya dinata
10 Maret 2008 pukul 9:00 pm
mengapa pendidikan di negeri kita masih tergolong mahal padahal dah dikurangi dari subsidi BBm & masih terjadi sumbangan - sumbangan yang banyak di sekolah negeri tentang pembangunan meskipun sudah mendapat dana BOS dan lainya
teery supit
25 Maret 2008 pukul 10:56 pm
sumber permasalahan yang paling mendalam dalam dialektika yang terus menerus menyebabkan konflik internal maupun eksternal dalam sistem dan proses pendidikan indonesia menurut saya itu lebih dikarenakan oleh sistem itu sendiri…karena???kan sudah jelas suatu proses itu rusak tidak jauh dan tidak lain adalah dikarenakan oleh sistem yang mengatur proses pendidikan tersebut… pertanyaanya?????siapa yang membuat,merancang,dan mengatur sekaligus mengesahkan sistem tersebut??????????????????? apa lagi ditambah dengan sering adanya perombakan kabinet yang secara otomatis ikut memporakporandakan sistem yang sedang berjalan….(BELUM FINISH KOQ SUDAH START LAGI kapan nyampenya???)
Luciana
3 Juni 2008 pukul 4:38 pm
Pendidikan di Indonesia, jujur saja, bagi q sendirir, sedari kecilaku belajar selalu dengan motto agar pintar,dan mungkin hingga sekarang. setelah pintar kemudian saya bisa bekerja dan membantu orang tua, memang q akui itu bener-bener cita-cita yang sederhana dan sangat umum, tapi untuk zaman sekarang,anak-anak masuk sekolah lebih pada karena terpaksa, bukan karena minat mereka, jadi jiwa labil mereka yang masih dalam tahap pencarian jati diri menjadi berontak keras dan menghasilkan perilaku yang menyimpang. jadi bagaimana pendidikan di indonesia mau maju, kalau jiwa anak mudanya tidak di beri kesempatan untuk berkembang dan mendapat perhatian yang lebih?
alohomora
22 Juni 2008 pukul 3:49 pm
aku setuju, klu masalah pendidikan di Indonesia itu kenanya di tenaga pendidik itu sendiri. Satu hal yang mesti diinget oleh para pendidik itu, yakni kesadaran jiwa dan hati yang menengemban tanggung jawab sebagai pendidik, yang akan memberikan ilmunya kepada anak didiknya itu tanggunga\jawaab dunia akhirat… Inget tuh… jangan asal-asalan aja ngajar,salah-salah bukannya bikin anak didik jadi trpelajar… ehh..malah jadi kurang ajar.. Jadilah guru yang teladan dan Profesional ….
alohomora
22 Juni 2008 pukul 3:50 pm
aku setuju, klu masalah pendidikan di Indonesia itu kenanya di tenaga pendidik itu sendiri. Satu hal yang mesti diinget oleh para pendidik itu, yakni kesadaran jiwa dan hati yang mengemban tanggung jawab sebagai pendidik, yang akan memberikan ilmunya kepada anak didiknya itu tanggunga\jawaab dunia akhirat… Inget tuh… jangan asal-asalan aja ngajar,salah-salah bukannya bikin anak didik jadi trpelajar… ehh..malah jadi kurang ajar.. Jadilah guru yang teladan dan Profesional ….
peduli indonesia
26 Juni 2008 pukul 12:33 pm
menuju indonesia sejahtera diperlukan sinergitas antara semua elemen masyarakat dan pemerintah dengan niat semata untuk memejukan inodnesia dan menanggalkan kepentingan golongan.kalsik yah.tap ini memang yang harus dilakukan….
kenapa_tanya
5 Juli 2008 pukul 1:24 am
Lhaaah… yang jadi masalah sebenarnya mental dari pelaku pendidikan itu sendiri… Kalo aturan maennya kan udah diatur dalam undang2 yang tentu udah dipikirkan matang2 dalam pembuatannya…
Miko
12 Agustus 2008 pukul 9:42 am
Diknas & Kejaksaan Tinggi Jawa Timur diduga Jadi Preman & Makelar Proyek ???
Judul diatas awalnya tentu sulit dipahami, karena:
1. Apa hubungan aparat hukum/jaksa dengan preman dan proyek
2. Apa hubungan aparat hukum/jaksa dengan proyek kok bisa jadi
makelar
3. Bagaimana preman kok bisa jadi makelar proyek? Bagaimana aparat
hukum/jaksa kok bisa jadi preman
A. untuk itu bisa dilihat kronologis peristiwa yang terjadi:
1. Tanggal 9 Juli 2008, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Mengundang
seluruh Kepala Dinas Pendidikan kabupaten dan Kota di propinsi Jawa
Timur (dengan penekanan undangan bahwa Kepala Dinas kabupaten dan
Kota harus hadir sendiri, tidak boleh diwakilkan) dan Perwakilan
Sekolah2 di kabupaten dan kota di Jawa Timur yang menerima bantuan
dana dari pemerintah pusat yang berupa Dana Alokasi Khusus
(DAK)/Dana APBN, untuk rehabilitasi gedung SD yang rusak dan program
peningkatan mutu SD (sekolah dasar) yang berupa pembelian buku, alat
peraga pendidikan dan multi media,
dengan thema pertemuan sebagaimana tertera dalam undangan dan
spanduk dalam ruangan pertemuan yakni: “sosialisasi program hukum
dan pelaksanaan DAK tahun Anggaran 2008″
Tempat acara di Hotel Royal Orchids Garden, Kota Batu, Jawa Timur
2. Berturut-turut berbicara didalam forum tersebut:
a. Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur yang meberikan kata
pengantar
b. Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang memberi gambaran sekilas
kenapa harus melakukan acara tersebut dan menyatakan bangga bahwa
permintaanya dipatuhi, bahwa seluruh kepala dinas hadir tanpa
diwakilkan kepada staff. Untuk itu diminta menyimak apa yang akan
disampaikan oleh para asisten dari kantor kejaksaan tinggi jawa
timur.
c. Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Jawa
Timur yang memaparkan tentang bagaimana pelaksanaan program DAK
pendidikan tahun anggaran 2008
d. Asisten Intel (Asintel) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang juga
memaparkan tentang bagaimana pelaksanaan program DAK pendidikan
tahun anggaran 2008. Baik Aspidsus maupun Asintel Kejaksaan Tinggi
Jawa Timur dalam memaparkan pelaksanaan program DAK pendidikan 2008
tersebut, menjelaskan berdasarkan paper/naskah yang dibagikan
panitia acara sebelum para peserta memasuki ruangan. Paper/naskah
tidak ada keterangan bahwa ini penjelasan dari siapa atau dari
instansi mana.
Baik Adpidsus maupun asintel Kejaksaan Tinggi Jawa Timur intinya
menekankan, agar perwakilan kepala sekolah yang hadir dan para
kepala dinas se-jawa timur (untuk diteruskan kepada sekolah2
diwilayahnya) dalam melaksanakan program DAK tahun anggaran 2008,
khususnya dalam pekerjaan pengadaan barang untuk peningkatan mutu
sekolah, berpedoman kepada paper/naskah tersebut.
Jadi pertemuan atas undangan Kejaksaan Tinggi jawa Timur tersebut,
khusus membahas pekerjaan pengadaan barang untuk peningkatan mutu
sekolah yang merupakan salah satu bagian dalam program DAK
pendidikan tahun 2008.
e. Bagian Penerangan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur
Intinya menerangkan bahwa sebaiknya apa yang disampaikan Aspidsus
dan Asintel dipatuhi oleh Kepala Dinas dan sekolah, dari pada nanti
kena sanksi hukum. Peserta yang tadinya sedikit banyak sudah merasa
tertekan, ter-intimidasi, Dalam session ini perasaan ter-intimidasi
semakin kuat, karena Bagian Penerenagan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur
ini sambil berceramah diselingi menyanyikan lagu2 yang dirubah
liriknya, misalnya,… awas kalau tidak ikut akan terkena bahaya…
awas hati hati nanti bisa saya kau kumasukkan bui (penjara)… awas
jangan anggap enteng nanti kamu akan kena kerangkeng(kurungan )..
hahaha… hihihi bisa masuk penjara dsb. (lagu asli untuk film
cinderela versi indonesia)
f. Para peserta yang selain sudah merasa tertekan ini juga semakin
bingung, karena sebenarnya untuk pelaksanaan program DAK ini secara
keseluruhan maupun yang dibahas didalam forum tersebut (pengadaan
barang untuk peningkatan mutu) sudah diatur didalam buku panduan
petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan DAK tahun anggaran 2008 yang
berisi peraturan menteri, Surat edaran Dirjen dsb, dimana dalam
juknis tersebut juga sudah berdasar pada beberapa peraturan
perundangan yang berlaku. (sebagaimana juga disebutkan oleh para
pejabat kejaksaan tinggi jawa timur pada awal acara, bahwa tidak
perlu risau bahwa dengan melaksanakan program DAK, termasuk
didalamnya pengadaan barang untuk peningkatan mutu, sesuai dengan
juknis berarti sudah mentaati peraturan yang lain seperti Kepres
tahun 1980 dsb)
g.Tetapi pada pembicaraan selanjutnya yang berdasar paper/naskah
yang dibagikan tersebut, para peserta menjadi tertekan dan bingung.
Sebab jika ini adalah acara sosialisasi pelaksanaan program DAK
tahun 2008, yang berwenang adalah pihak Depdiknas sesuai dengan
tingkatan wilayah masing masing. Dan harusnya dalam program
sosialisasi, adalah bagaimana peserta dapat memahami juknis tersebut
dengan benar dengan menerangkan secara lebih jelas dan mempelajari
secara bersama buku juknis tersebut.
Tapi yang disampaikan adalah paper/naskah yang tidak diketahui dari
instansi mana yang membuatnya, yang dikatakan bahwa ini adalah
penjabaran juknis khusus pengadaan barang untuk peningkatan mutu
dalam program DAK tahun anggaran 2008. Sehingga ada pertanyaan
(dalam hati atau bisik-bisik tentunya, karena tidak berani) jika
peserta mengikuti langkah ini, apakah benar benar benar aman secara
hukum.
Karena memang yang bicara adalah para petinggi Kejaksaan Tinggi Jawa
Timur, akan tetapi dalam paper/naskah tidak tertulis, siapa penulis
naskah, dan atau dari instansi mana.
Jadi tetap saja jika melaksanakan sesuai isi paper tersebut, akan
tetapi jika suatu saat ternyata bermasalah secara hukum, atau
seperti yang lazim terjadi bahwa jika aparat tidak berkenan tetap
akan dapat dicari kesalahan, yang dapat membuat mereka (dinas dan
kepala sekolah) menjadi bermasalah dengan hukum, dihadapan aparat
hukum termasuk salah satunya adalah para jaksa. Sebab semua pihak
bisa saja mengelak dengan mengatakan bahwa paper/naskah itu adalah
bukan tulisannya atau bukan dari instansinya.
h. Keresahan ini juga muncul karena mekanisme pengadaan barang
untuk peningkatan mutu dalam program DAK tahun anggaran 2008, sudah
dijelaskan dengan sangat jelas didalam juknis.
Tapi dalam penjelasan berdasar paper/naskah tersebut oleh para
petinggi kejaksaan tinggi hal yang sebetulnya tidak terlalu rumit
sebagaimana tertera dalam juknis, dibuat sedemikian rupa sehingga
nampak menjadi lebih rumit/sulit dipahami. Apalagi dengan beberapa
penambahan penambahan persyaratan yang sebenarnya tidak diatur dalam
juknis, dan terkesan mengada-ada, tetapi menimbulkan tekanan atau
perasaan terintimidasi tersendiri bagi para peserta, karena selalu
ada penjelasan, bahwa jika tidak seperti paper/naskah ini bisa saja
menjadi bermasalah secara hukum. Apalagi ada penjelasan sambil
menyanyikan lagu-lagu yang diubah liriknya menjadi lagu-lagu ancaman
untuk memenjarakan kepala dinas, staff dinas maupun kepala sekolah.
Bisik-bisik antar kepala dinas bersama staff maupun kepala sekolah
yang hadir, menyatakan benar atau salah penjelasan ini jika
dibandingkan dengan juknis, tapi yang bicara adalah para petinggi
kejaksaan tinggi jawa timur, yang punya wewenang untuk memeriksa
atau memproses orang secara hukum dan punya wewenang tanpa batas
untuk memeriksa orang semaunya.
Benar atau salah, jika tidak memenuhi dan menuruti keinginan para
petinggi kejaksaan tinggi ini bisa repot nantinya. Karena yang benar
bisa dijadikan bersalah dan tidak selamat kalau tidak nurut. Dan
jika meski melakukan hal yang tidak benar karena menuruti keinginan
para petinggi itu bisa dijadikan hal yang benar.
Bisik-bisik ini muncul karena, selain banyak hal-hal yang ditambah-
tambahkan diluar apa yang diatur dalam juknis, sehingga menambah
semakin rumit proses yang sebenarnya tidak terlalu sulit (Apalagi
dengan intimidasi yang terjadi didalam forum, membuat orang menjadi
bingung untuk melaksanakan, karena saking rumitnya untuk menjalankan
program dan takut jika salah melangkah karena diberi pemahaman yang
rumit dan menakutkan karena ancaman akan dimasukkan penjara).
Juga kalau diteliti bahwa penjelasan yang ada didalam forum
tersebut, beberapa hal sebenarnya menjadi bertentangan atau
melanggar juknis. Maka muncullah bisik-bisik itu, menjalankan juknis
bisa menjadi salah, menjalankan apa yang disampaikan dalam forum,
itu bisa juga menjadi melanggar juknis dan artinya bisa
dikategorikan melanggar hukum. Wah.. wah..wah.. maju kena mundur
kena… sama-sama bisa masuk penjara.. Tapi karena yang punya kuasa
adalah para petinggi hukum ini, ya kita nurut saja apa yang
dikehendaki oleh mereka. Demikian lebih kurang saling curhat
diantara para peserta.
i. Pada situasi yang demikian, ketika acara akan berakhir, di depan
forum tampillah Bapak. Muchlis, yang menyatakan bahwa beliau adalah
utusan resmi Direktorat/ Depdiknas Pusat. Beliau mengatakan agar
para peserta tidak boleh pulang dulu, karena ada pembicara terakhir.
Menurut beliau, pembicara terakhir ini adalah pembicara Kunci.
Menurut beliau kenapa dikatakan kunci, karena ibarat ruangan tempat
forum tersebut berlangsung jika tidak dikunci, maka semua orang bisa
masuk ruangan. Maka harus dikunci agar tidak ada orang lain yang
bisa ikut masuk ruangan.
Artinya Program DAK 2008 khususnya pengadaan barang untuk
peningkatan mutu itu jangan sampai orang lain bisa ikut dalam
pekerjaan ini.
Maka ditampilkanlah oleh Bapak Muchlis, seorang direktur sebuah
perusahaan yang merupakan suplier buku, alat peraga pendidikan dan
multi media yang akan memenuhi kebutuhan dalam pekerjaan pengadaan
barang untuk peningkatan mutu dalam program DAK tahun anggaran 2008.
Maka hadirin dipersilahkan menyambut kehadiran Direktur PT. Bintang
Ilmu.
Maksudnya dengan mengambil istilah ruangan harus dikunci tersebut,
agar seluruh dinas pendidikan dan kepala sekolah di jawa timur yang
mendapatkan bantuan dana dari pemerintah yang bersumber pada APBN
tersebut, memberikan pekerjaan pengadaan barang untuk peningkatan
mutu dalam program DAK tahun anggaran 2008 hanya kepada PT. Bintang
Ilmu sebagai distributor tunggal atau kepada agen2 pemasaran dari
PT. Bintang Ilmu saja. Orang lain tidak boleh masuk.
Bahkan sebagai utusan direktorat/ depdiknas pusat Bapak Muchlis
menyatakan, bahwa Direktur Bintang Ilmu ini kemana-mana keseluruh
Indonesia beliau ajak serta, agar dinas pendidikan dan kepala
sekolah di seluruh Indonesia tahu siapa yang diperbolehkan
melaksanakan pekerjaan pengadaan barang untuk peningkatan mutu dalam
program DAK tahun 2008. Karena PT. Bintang Ilmu sebagai Agen
Tunggal, sebagaimana disebutkan pada brosur2nya yang dibagikan
kepada peserta disitu maupun diseluruh Indonesia , mempunyai banyak
agen pemasaran.
Apalagi forum ini yang turut mengundang adalah para petinggi
kejaksaan tinggi jawa timur, dengan pesan agar kepala dinas tidak
mewakilkan kepada staff, harus hadir sendiri secara langsung. Untuk
itu harus diperhatikan oleh seluruh kepala dinas dan kepala sekolah
itu, jika tidak menuruti apa yang telah disampaikan bisa berakibat
fatal bagi kepala dinas dan para kepala sekolah.
j. Di depan forum Direktur Bintang Ilmu, menyampaikan bahwa Bapak
Muchlis ini beliau bawa kemana-mana, keseluruh Indonesia . Agar
seluruh Dinas pendidikan dan kepala Sekolah, menjadi patuh dan
dengan patuh mereka aman.
Beliau juga menyampaikan bahwa Beberapa kepala dinas di beberapa
kabupaten, nyaris masuk penjara (beliau mengungkapkan dengan kata-
kata: kepala dinas itu karena gak nurut pada kita.. tinggal 2cm dari
pintu penjara..tinggal didorong masuk.. langsung blamm… merasakan
sengsaranya hidup dibalik terali besi/ mengutip lagu2 yang
dilantunkan Bagian Penerangan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur
sebelumnya)
Karena kemudian akhirnya nurut kepada Bintang Ilmu, sebagaimana apa
yang disampaikan oleh Bapak Muchlis tadi, maka beberapa kepala
dinas pendidikan itu oleh Direktur Bintang Ilmu diselamatkan dan
tidak jadi masuk penjara.
Direktur PT. Bintang Ilmu juga menegaskan bahwa paper dan semua apa
yang telah disampaikan oleh para petinggi kejaksaan tinggi jawa
timur tersebut bersumber dari dirinya, para petinggi tersebut
tinggal melaksanakan saja.
Direktur Bintang Ilmu dalam forum tersebut juga menyayangkan bahwa
kepala kejaksaan negeri di jawa timur yang hadir dalam forum ini
hanya dua. Dia menyatakan di jawa barat, jawa tengah, banten, dan
beberapa daerah yang lain, tidak berani seperti ini. Seluruh kepala
kejaksaan negeri di propinsi lain pasti hadir jika dia membuat acara
semacam ini.
Apalagi ini Kepala kejaksaan Tinggi adalah sebagai pihak yang
mengundang dan Kepala kejaksaan Tinggi dan semua asisten yang
penting dan berkompeten berbicara langsung agar acara ini
berlangsung dan menghasilkan sesuatu sebagaimana yang diharapkan.
Melihat kenyataan adanya kemungkinan ketidak-patuhan hampir semua
kejaksaan negeri ini (dilihat dari yang hadir hanya 2 kepala
kejaksaan negeri) mungkin perlu dipertimbangkan bahwa di Jawa Timur
sebaiknya nantinya proses pemeriksaan kepada dinas pendidikan dan
kepala sekolah yang tidak patuh pada arahan pada forum ini,
dilakukan oleh kejaksaan tinggi, bukan oleh kejaksaan negeri.
Dalam kesempatan itu, Direktur Bintang Ilmu juga menyesalkan bahwa
beberapa kota dan kabupaten di jawa timur telah mulai melaksanakan
proses tahap awal program DAK tahun 2008 baik berupa penetapan
sekolah penerima bantuan, sosialisasi program kepada sekolah dan
seterusnya. sebelum mendapatkan bekal dari forum ini. Ungkapan
ungkapan seperti.. Ingin masuk penjara rupanya.. dan berbagai
sindiran lainnya meluncur dari Direktur Bintang Ilmu.
Ungkapan ini muncul karena pada beberapa kabupaten dan kota yang
sudah mulai menjalankan program ini, diperkirakan pemesanan barang
tidak kepada PT. Bintang Ilmu maupun agen agen pemasarannya. sebab
PT. Bintang Ilmu belum siap.
Jadi terungkap dalam forum sebenarnya bahwa PT. Bintang Ilmu belum
selesai mempersiapkan diri untuk menjalankan program DAK tahun 2008
ini. Maka dengan diadakannya forum ini diharapkan dinas dan sekolah
jangan melaksanakan program ini dahulu.
Maka dalam penjelasan di dalam forum ini dibuatlah sebuah proses
yang cukup rumit dan proses yang panjang,lama berliku-liku (jika
dicermati sebenarnya hal itu menjungkir-balikkan apa yang diatur
dalam juknis dan bertentangan dengan juknis), barulah dinas dan
sekolah boleh menjalankan program.
(NB: padahal dalam juknis pelaksanaan DAK sudah jelas bahwa sejak
juknis selesai dibuat, apalagi sebelumnya sudah ada sosialisasi-
sosialisasi oleh direktorat kepada dinas pendidikan kabupaten dan
kota , mereka sudah bisa mulai mengawali proses pelaksanaan program
ini, yakni penetapan sekolah penerima bantuan, sosialisasi kepada
sekolah penerima bantuan dan seterusnya)
Dengan sindiran yang sedikit banyak berisi intimidasi tersebut
beberapa kepala dinas yang nama daerahnya disebut oleh Direktur
Bintang Ilmu, sebagai dinas yang tidak patuh dan tidak bisa atau
disindir dengan ungkapan tidak mau mengarahkan sekolah sekolah
penerima DAK, agar setiap programnya ada dalam kendali dan
pengkondisian dari dinas itu, hanya bisa tersenyum kecut menoleh
kekiri dan kekanan memandang rekan sejawat dari kabupaten dan kota
yang lain. Ditambah rasa takut ibarat sampai keluar keringat sebesar
butiran jagung melihat para petinggi aparat hukum yang pandangan
matanya langsung tertuju fokus kepada diri mereka.
k. Acarapun selesai, dan selanjutnya Direktur Bintang Ilmu beserta
karyawannya yang menjadi panitia acara tersebut dan para agen
pemasarannya , mendekati para kepala dinas dan kepala sekolah yang
ada, dengan menekankan agar patuh pada apa yang telah disampaikan
oleh para petinggi kejaksaan tinggi jawa timur, kalau kepala dinas
dan kepala sekolah ingin selamat dan tidak masuk penjara. Dan
diberitahukan bahwa dengan telah jelas dengan adanya forum ini,
bahwa program ini adalah program dari aparat penegak hukum/kejaksaan
dan dengan itu agar kepala dinas tidak terkena masalah hukum,
sebaiknya mau dan bisa mengkondisikan sekolah penerima DAK di
wilayahnya agar tidak menerima orang lain, sebagaimana diungkapkan
dalam forum yang menampilkan direktur Bintang Ilmu dengan mengambil
perumpamaan istilah kunci.
maka waktu para kepala dinas dan kepala sekolah berkemas mau pulang
dari acara pertemuan, sering muncul ungkapan diantara mereka..
Sudahlah kita nanti harus beli barangnya kejaksaan ini saja biar
selamat… daripada nanti dinas atau sekolah tidak beli barang dari
kejaksaan ini, pasti gak selamat. benar atau salah mereka yang
berhak menentukan.. . mereka berhak memanggil untuk diperiksa dengan
seenaknya dan semaunya kok.. walau diperiksa tidak ditemukan
kesalahan saja… pasti akan dipanggil terus menerus berkali-kali.
sampai kapok, sampai ditemukan kesalahan atau sampai terpaksa
mengaku salah. lha iya kalau rumahnya dekat dengan kantor kejaksaan
tinggi disurabaya, kalau jauh dipucuk gunung… bisa habis rumah
dijual untuk ongkos transport.. belum waktu pasti banyak hilang…
kapan ngurus pendidikan.. . juga kapan guru bisa mengajar pada
muridnya… belum lagi stress-nya.. . sudahlah biar aman kita beli
saja barang milik kejaksaan ini… bahkan pegawai bintang ilmu yang
ada
disitu ada yang menimpali.. sudahlah pak dinas harus mengkondisikan
sekolah agar harus membeli barang yang merupakan program kejaksaan
ini… meski ini dana swakelola sekolah karena merupakan dana
blockgrain, tapi pasti jika program dari kejaksaan ini tidak
berjalan maka dinas bagimanapun ada celah bisa dipanggil dan
diperiksa, dan biasanya akan merembet pada program program lain yang
dilaksanakan oleh dinas diluar program DAK. Jadinya dinas tidak aman
dan tentram. Karena tinggal dorong dikit sudah bisa masuk penjara.
sebagai contoh dalam DAK tahun 2007 beberapa daerah yang nurut dan
mau mengkondisikan sekolah harus mengikuti program kejaksaan ini
pasti selamat. sedangkan yang tidak bisa atau lebih tepat dikatakan
tidak mau mengkondisikan, karena ini merupakan dana blockgrain dan
dana swakelola oleh sekolah, meski sudah berjalan dengan baik dan
benar, akan dipanggil berkali-kali oleh kejaksaan, jadi tidak nyaman
bukan… malah pasti akan dicari celahnya pak, karena dalam
pelaksanaan dan administrasinya sebaik apapun akan dapat dicari
celahnya. Karena yang berwenang menentukan dapat diperiksa atau
tidak, diarahkan bersalah atau tidak itu adalah kejaksaan… tambah
suara suara itu lagi.
B. Melihat kronologis yang demikian itu, yang menjadi pertanyaan dan
harusnya diperiksa dan teliti adalah:
1. Dengan kejaksaan tinggi jawa timur mengundang seluruh kepala
dinas kabupaten dan kota di jawa timur dan beberapa kepala sekolah
sebagai perwakilan kepala sekolah penerima DAK tiap kabupaten dan
kota di seluruh jawatimur tadi, dengan acara sosialisasi program
hukum dan pelaksanaan DAK tahun anggaran 2008, apakah sudah tepat
menurut peraturan yang berlaku. Karena pelaksanaan program
sosialisasi dalam pelaksanaan DAK bukanlah
instansi kejaksaan. Apalagi dalam forum itu ternyata kejaksaan
menghadirkan pihak yang mempunyai kepentingan lain untuk memberikan
hal-hal yang harus dipatuhi oleh dinas dan kepala sekolah.
2. Untuk itu patut diperiksa anggaran yang dipakai oleh kejaksaan
tinggi jawa timur untuk melaksanakan acara tersebut.
visit indonesia year yo
8 September 2008 pukul 8:28 am
yup…
setuju… emang aq pikir sistem pendidikan kita ini perlu direvolusi..
kita sebenarnya punya SDM yg tak kalah dngn negara lain!
salam damai indonesia
dz4ki.blogspot.com
Masalah Pendidikan Masa Kini
Sun, 2006-12-31 11:57 — admin
13/09/2005
Merawat kemelut moral (Harian Metro)
Oleh Engku Ahmad Zaki Engku Alwi
KITA masih dibelenggu masalah disiplin dan akhlak pelajar seperti vandalisme, gejala buli, pergaduhan, kegiatan samseng, memukul guru dan membakar sekolah.
Lebih mengejutkan lagi, Kementerian Pelajaran mendedahkan bahawa kira-kira 76,300 atau 1.09 peratus daripada tujuh juta pelajar di negara ini terbabit dalam pelbagai masalah disiplin. Perlu diinsafi bahawa rentetan peristiwa demi peristiwa yang berlaku di kalangan pelajar kini mendukacitakan.
Sewajarnya apa yang berlaku ini diberi perhatian serius dalam mendepani kemelut yang meruncing. Umat Islam sewajarnya menginsafi apakah corak pendidikan dan asuhan yang telah dan yang sedang dicurahkan kepada anak-anak muda itu masih tidak mencukupi. Lantaran itu mereka begitu mudah terjerumus ke kancah yang memudaratkan diri sendiri.
Ulasan :
Terjadi salah faham dalam dunia pendidikan sekarang ini. Pendidikan yang ada di sekolah, pondok dan berbagai universiti sekarang ini sudah disempitkan ertinya sekadar perpindahan dan pengajaran ilmu dan kepakaran, baik ilmu-ilmu ekonomi, sosial, politik, bahasa, kebudayaan, kesenian, undang-undang, sains, teknologi, kejuruteraan, perhotelan mahupun ilmu-ilmu Islam seperti tauhid, feqah dan tasawuf. Kalaupun ada pendidikan moral atau budi pekerti tetapi tidak dikaitkan dengan cinta, takut dan rindukan Tuhan.
Sistem pendidikan yang ada sekarang ini sekalipun ianya di-labelkan Islam, tetapi hanya mampu mengubah dasar, matlamat serta teknik pentadbiran aqliah dan lahiriah sahaja, namun ianya tidak dapat mengubah jiwa atau rohaniah manusia sehingga membuatkan mereka merasa diri mereka adalah hamba yang perlu patuh kepada Allah SWT.
Tegasnya, pendidik dan pemimpin dunia yang ada sekarang tidak faham apa yang dimaksudkan dengan mendidik manusia kerana mereka tidak faham apa itu manusia. Mereka sangka manusia hanya-lah fizikal dan akal saja.
Ada juga yang tahu bahawa selain fizikal dan akal, manusia juga memiliki hati nurani atau roh tetapi tidak tahu betapa pentingnya roh ini dan tidak tahu bagaimana membangunkan hati nurani atau roh tersebut. Bahkan mereka sendiri tidak mampu mendidik dan membangunkan hati nurani atau roh mereka sendiri. Akhirnya mereka hanya mampu menjayakan pembangunan akal dan material saja, sedangkan rohaniah anak didiknya tidak jauh bezanya dengan haiwan.
Mengapa ini terjadi?
Sebenarnya yang berhak mendidik manusia adalah Tuhan. Tuhan-lah yang mencipta manusia, yang mencipta dunia. Sudah tentu Tuhan tahu masalah dunia, tahu akal fikiran, nafsu dan rohaniah manusia. Jadi kaedah yang paling tepat untuk mendidik manusia tentu datang dari Tuhan. Kaedah itu Tuhan kirim melalui utusan-Nya, iaitu Rasulullah SAW.
Malangnya manusia sekarang sudah mengambil alih kuasa Tuhan untuk mendidik. Mereka guna akal dan kaedah ciptaan mereka untuk mendidik manusia. Ini suatu kesalahan besar yang dibuat manusia. Secara sedar atau tidak, manusia sudah menuhankan dirinya sendiri. Manusia sudah mengambil hak Tuhan. Manusia sudah ingin menjadi Tuhan. Maka datanglah kemurkaan Tuhan kepada mereka, maka Tuhan akan berlepas diri dan tidak membantu mereka dalam mendidik manusia. Semakin banyak sekolah dan universiti dibangunkan. semakin banyak orang-orang memasuki sistem pendidikan buatan manusia, semakin banyak kejahatan dan masalah dalam masyarakat. Itulah sumber utama masalahnya.
Inilah rahsia yang tersembunyi, rahsia yang tersirat, yang ahli dan pakar pendidikan tidak nampak, sebab mereka hanya melihat yang lahiriah saja dengan mata dan akal saja. Seolah-olah Tuhan berkata, engkau hendak menjadi Tuhan, didiklah manusia dengan dengan akal dan caramu. Maka gagallah mereka. Masyarakat yang mereka didik hasilnya semakin kacau dan huru-hara.
Sekian.
PTS Bebas Pilih Bentuk Badan Hukum Pendidikan
Suasana biro akademik di Monash University Australia
Untuk bersaing dengan universitas negeri yang kini sudah menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perguruan tinggi swasta perlu mencari terobosan dan kiat memanajemen dan mengelola pendidikan secara lebih dinamis, efektif dan mumpuni. ''Dengan Rancangan Undang Undang (RUU) Badan Hukum Pendidikan yang tengah kami susun ini, kami harapkan dapat menjadi payung bagi pelaksanaan pendidikan di Indonesia sehingga memiliki dasar hukum yang kuat.,'' kata anggota tim perumus RUU BHP dari Institut Teknologi Bandung, Prof Dr Djoko Darsono di Bandung, beberapa waktu lalu.
Dia menilai, dengan berubahnya zaman maka secara otomatis lembaga-lembaga pendidikan swasta harus mencari cara mendapatkan ruang gerakan kiprah yang sama dalam meningkatkan kualitas. Hal yang perlu mendapatkan perhatian adalah mengenai masalah sumber daya manusia (SDM) yang harus ditingkatkan. "Untuk meningkatkan SDM, sebaiknya pembangunan-pembangunan fisik sementara diberhentikan dahulu atau dibatasi. Semua dana dialihkan untuk investasi SDM, seperti untuk membiayai studi lanjut dosen-dosen, menambah kelengkapan peralatan laboratorium atau menambah laboratorium," ujarnya.
Menurutnya BHMN bagus untuk dijadikan model tetapi pemerintah jangan memaksakan PTS menjadi badan hukum yang sama dengan universitas-universitas yang menjadi BHMN.
Pemerintah untuk melaksanakan fungsi fasilitator dalam pengawasan pergeseran paradigma keseragaman menjadi paradigma pluralitas. Keberagaman bentuk Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi harus diwujudkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) tentang pendidikan tinggi dan UU Badan Hukum Pendidikan (UU BHP).
Dalam RUU BHP itu nantinya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) bebas memilih Badan Hukum Pendidikan sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing BP PTS.
Dalam RUU BHP, peran yayasan tidak ada lagi. Selain itu, para pengurus yayasan yang notabene merupakan stakeholders pendidikan, mendapat tempat yang lebih terhormat dalam sebuah institusi tertinggi di universitas bernama Majelis Wali Amanah, yang di Amerika atau Eropa dikenal dengan istilah Board of Trustee.
BHP adalah badan hukum satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat yang mempunyai fungsi memberikan pelayanan pendidikan, berprinsip nirlaba dan dapat mengelola dana untuk memajukan satuan pendidikan.
Satuan pendidikan yang berbentuk badan hukum diperuntukkan bagi pendidikan formal dan pendidikan nonformal. Dilihat dari RUU yang sedang dibahas, kelahiran BHP sangat prematur. Sedangkan kalau acuannya berdasarkan PP No 61/1999 yaitu, tentang Penetapan Perguruan Tinggi Negeri sebagai badan hukum, dasar hukumnya kuat, tetapi sasarannya tidak tepat.
Karena dalam PP tersebut termaktub jelas hanya untuk empat perguruan tinggi negeri untuk UI, ITB, IPB dan UGM. Bila RUU, Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) telah menjadi UU yang di dalamnya mengandung konsep BHP diluluskan, konsekuensinya ada dua. Pertama, yaitu setiap penyelenggara pendidikan yang bernaung di bawah yayasan haruslah menjadi BHP, karena secara eksplisit dijelaskan dalam pasal 58 ayat (1), satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah atau masyarakat berbentuk badan hukum pendidikan.
Konsekuensi kedua, yayasan tetap berdiri, tetapi setiap satuan pendidikan, tiap jenjang satuan pendidikan, SD, SLTP, SMA dan PT yang dikelola yayasan dibuatkan badan hukum pendidikan tiap satuan pendidikan. Kemungkinan konsekuensi ini akan merepotkan dan menyibukkan yayasan yang memiliki banyak sekolah. Yayasan akan membuatkan akta notaris bagi satuan pendidikan untuk membentuk BHP.
Oleh karenanya, boleh jadi kemungkinan konsekuensi kedua bisa diabaikan. Bila kemungkinan konsekuensi pertama yang dimaksud, keberadaan BHP menjadi lebih kuat, karena keberadaan penyelenggara satuan pendidikan secara khusus didukung oleh UU Sisdiknas.
Sayangnya bahasan hukum yang mengaitkan hubungan yayasan dan badan hukum pendidikan tidak ada, bahasan BHP pun hanya secuil, sepotong-potong dan tidak terkait satu sama lain dengan perangkat hukum lain. Tidak terkait satu instansi dengan instansi lainnya. Apalagi memuat mekanisme perubahan yayasan menjadi BHP.
Paradigma hukum menyangkut Yayasan menurut UU No 16/2001 adalah organisasi sosial nirlaba, dan amat berbeda dengan BHP yang menurut PP No 61/1999 yang dikelola secara profesional seperti layaknya sebuah badan usaha. Kontradiksi menambah dunia pendidikan kita semakin ruwet, dan carut marut.
Keberadaan BHP masih mengundang tanda tanya besar, apalagi belum didukung tersedianya perangkat hukum seperti undang-undang (masih RUU), peraturan pemerintah apalagi Kepmendiknas. Kita masih menantikan sikap reaktif pemerintah mengoordinasikan lembaganya yang lintas departemen untuk mampu menelurkan keberadaan BHP sebagai pengganti yayasan pendidikan.
Semoga hingar-bingar kisruh kasus ini tidak melemahkan semangat para pejuang pendidikan kita. (ADI/E-5)
Sumber: Suara Pembaruan
rpp ekonomi
SEKOLAH : MA PPMI ASSALAAM
MATA PELAJARAN : EKONOMI
KELAS : X
SEMESTER : 1
TAHUN PELAJARAN : 2006/2007
A.STANDAR KOMPETENSI
1. Memahami permasalahan ekonomi dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia,
kelangkaan dan sistem ekonomi
B.KOMPETENSI DASAR
1.1 Mengidentifikasi kebutuhan manusia
C.INDIKATOR
1.1.1Mendeskripsikan pengertian kebutuhan
1.1.2Mengidentifikasi bermacam-macam kebutuhan manusia
D.ALOKASI WAKTU
2 x 45 menit
E.MATERI PEMBELAJARAN
1.Mencari informasi tentang Pengertian kebutuhan
2.Mengidentifikasi bermacam-macam manusia didaerah setempat
3.Mendiskusikan kebutuhan manusia di daerah setempat yang paling dominan
4.Mengklasifikasikan jenis kebutuhan berdasarkan tingkat kebutuhan.
F.METODE PEMBELAJARAN
1.Ceramah
2.Tanya jawab
3.Penugasan
G.LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal
Guru menanyakan kepada siswa sejauhmana pengertian yang dimilikinya tentang kebutuhan
Kegiatan Inti
1.Guru membantu siswa untuk mendeskripsikan tentang konsep kebutuhan
2.Siswa mampu membedakan berbagai macam kebutuhan
Kegiatan Akhir
Guru mengadakan evaluasi
H.SUMBER BELAJAR
1.Buku Ekonomi SMA Kelas X ( Penerbit : Ganesha, Bumi Aksara dan Yudistira )
2.Buku-buku yang relevan
I.PENILAIAN
1. Tehnik : Ulangan harian
2. Bentuk Soal : Uraian
3. Soal Instrumen :
1. Jelaskan pengetian dari kebutuhan
2. Sebutkan beberapa macam kebutuhan
3. Sebutkan dan jelaskan kebutuhan yang paling dominan dan
4. Sebutkan dan jelaskan kebutuhan menurut intensitasnya
5. Sebutkan dan jelaskan kebutuhan menurut
Makassar, 4 januari 2009
Mengetahui
Kepala MA PPMI Assalaam Guru Mata Pelajaran
NIP. - - - S a d a r S, SEi
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SEKOLAH : MA PPMI ASSALAAM
MATA PELAJARAN : EKONOMI
KELAS : X
SEMESTER : 1
TAHUN PELAJARAN : 2006/2007
A.STANDAR KOMPETENSI
1. Memahami permasalahan ekonomi dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia,
kelangkaan dan sistem ekonomi
B.KOMPETENSI DASAR
1.1 Mendeskripsikan berbagai sumber ekonomi langka dan kebutuhan manusia yang
tidak terbatas
C.INDIKATOR
1.2.1 Mendeskripsikan pengertian kelangkaan
1.2.2 Mengidentifikasi faktor menyebab kelangkaan
1.2.3 Mengidentifikasi pengalokasian sumber daya yang bermanfaat bagi rakyat banyak
D.ALOKASI WAKTU
2 x 45 Menit
E.MATERI PEMBELAJARAN
1.Menggali informasi tentang kelangkaan
2.Mendiskusikan faktor penyebab kelangkaan di daerah setempat dan sekitarnya
3.Mengidentifikasi berbagai sumber ekonomi yang langka dan kebutuhan manusia yang tidak terbatas melalui studi pustaka didaerah setempat dan sekitarnya
4.Bersikap rasional dalam menyikapi berbagai pilihan kebutuhan
F.METODE PEMBELAJARAN
1.Ceramah dan Multi media
2.Tanya jawab
3.Penugasan
G.LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal
Dengan tanya jawab, siswa mengingat kembali tentang pengertian kebutuhan, berbagai macam kebutuhan
Kegiatan Inti
1.Guru membantu siswa mengkaji referensi untuk mendeskripsikan pengertian dari kelangkaan
2.Siswa dapat memahami faktor penyebab kelangkaan
3.Siswa mampu memahami sumber daya ekonomi yang bermanfaat secara rasional
Kegiatan Akhir
Guru mengadakan evaluasi
H.SUMBER BELAJAR
Buku Ekonomi SMA Kelas X ( Penerbit : Ganesha, Bumi Aksara dan Yudistira )
Buku-buku yang relevan dan Multi media
I.PENILAIAN
Tehnik : Ulangan harian
Bentuk soal : Uraian
Soal Instrumen :
1.Jelaskan pengertian dari kelangkaan
2.Sebutkan dan jelaskan faktor yang mempengaruhi kelangkaan
3.Sebutkan dan jelaskan sumber ekonomi yang terbatas
4.Sebutkan dan jelaskan kebutuhan apa saja didaerahmu yang terbatas
5.Bagaimana sikap rasional untuk memilih kebutuhan agar tercukupi
Sukoharjo, 01 Juni 2007
Mengetahui
Kepala MA PPMI Assalaam Guru Mata Pelajaran
Sigit Rahardja, S.Si
NIP. - - -
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SEKOLAH : MA PPMI ASSALAAM
MATA PELAJARAN : EKONOMI
KELAS : X
SEMESTER : 1
TAHUN PELAJARAN : 2006/2007
A.STANDAR KOMPETENSI
1. Memahami permasalahan ekonomi dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia,
kelangkaan dan sistem ekonomi
B.KOMPETENSI DASAR
1.2 Mengidentifikasi masalah pokok ekonomi, yaitu tentang apa, bagaimana, untuk siapa
barang diproduksi
C.INDIKATOR
1.3.1 Mengidentifikasikan barang apa , bagaimana cara memproduksi dan untuk siapa barang diproduksi
D.ALOKASI WAKTU
2 x 45 Menit
E.MATERI PEMBELAJARAN
Masalah pokok ekonomi yang rediri dari :
1.barang apa yang diproduksi
2.bagaimana cara memproduksi
3.untuk siapa barang diproduksi
F.METODE PEMBELAJARAN
1.Ceramah
2.Tanya jawab
3.Penugasan
G.LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal
Guru menanyakan kepada siswa sejauh mana pengertian yang dimilikinya tentang kelangkaan
Kegiatan Inti
1.Guru membantu siswa mengkaji referensi untuk mendeskripsikan masalah pokok ekonomi
2.Siswa mampu menjelaskan berbagai bentuk masalah pokok
3.Siswa mampu mengidentifikasi barang apa, bagaimana diproduksinya dan untuk siapa suatu barang diproduksi.
Kegiatan Akhir
Guru mengadakan evaluasi
H.SUMBER BELAJAR
Buku Ekonomi SMA Kelas X ( Penerbit : Ganesha, Bumi Aksara dan Yudistira )
Buku-buku yang relevan
I. PENILAIAN
Tehnik : Ulangan harian
Bentuk soal : Uraian
Soal Instrumen :
1.Sebutkan masalah pokok ekonomi dan jelaskan
2.Jelaskan dengan alur contoh konsep what, how dan who
3.Jelaskan konsep barang jasa dalam masalah ekonomi
4.Jelaskan konsep barang elektronik dalam masalah ekonomi
5.Sebutkan pengelompokan barang-barang impor menurut penggunanya
Sukoharjo, 01 Juni 2007
Mengetahui
Kepala MA PPMI Assalaam Guru Mata Pelajaran
Sigit Rahardja, S.Si
NIP. - - -
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SEKOLAH : MA PPMI ASSALAAM
MATA PELAJARAN : EKONOMI
KELAS : X
SEMESTER : 1
TAHUN PELAJARAN : 2006/2007
A.STANDAR KOMPETENSI
1. Memahami permasalahan ekonomi dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia,
kelangkaan dan sistem ekonomi
B.KOMPETENSI DASAR
1.4 Mendeskripsikan cara pengembangan koperasi dan koperasi sekolah
C.INDIKATOR
1.4.1 Mendeskripsikan pengertian biaya peluang
1.4.2 Menunjukkan contoh biaya peluang pada kesempatan kerja
bila melakukan produksi dibidang lain
D.ALOKASI WAKTU
2 x 45 menit
E.MATERI PEMBELAJARAN
Biaya peluang :
1.Pengertian biaya peluang
2.Contoh biaya peluang pada kesempatan kerja
F.METODE PEMBELAJARAN
1.Ceramah
2.Tanya jawab
3.Penugasan
G.LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal
Dengan tanya jawab, siswa mengingat kembali tentang asalah pokok ekonomi
Kegiatan Inti
1.Guru membantu siswa dalam mengkaji referensi untuk mendeskripsikan Konsep dasar dari biaya peluang
2.Siswa dapat menemukan kejelasan tentang biaya peluang dan contohnya
3.Siswa dapat menemukan kejelasan biaya peluang pada kesempatan kerja produksi pada bidang lain
Kegiatan Akhir
Guru mengadakan evaluasi
H.SUMBER BELAJAR
Buku Ekonomi SMA Kelas X ( Penerbit : Ganesha, Bumi Aksara dan Yudistira )
Buku-buku yang relevan
I.PENILAIAN
Bentuk tehnik : Ulangan harian
Bentuk soal : Uraian
Soal Instrumen :
1.Jelaskan pengertian dari biaya peluang
2.Sebutkan contoh – contoh dari macam biaya peluang
3.Jelaskan konsep biaya peluang menurutmu pada saat produksi suatu barang
4.Mengapa biaya peluang harus diperhatikan dalam produksi, jelaskan
5.Sebutkan macam kendala jika biaya peluang tidak diperhitungkan
Sukoharjo, 01 Juni 2007
Mengetahui
Kepala MA PPMI Assalaam Guru Mata Pelajaran
Sigit Rahardja, S.Si
NIP. - - -
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SEKOLAH : MA PPMI ASSALAAM
MATA PELAJARAN : EKONOMI
KELAS : X
SEMESTER : 1
TAHUN PELAJARAN : 2006/2007
A.STANDAR KOMPETENSI
1. Memahami permasalahan ekonomi dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia,
kelangkaan dan sistem ekonomi
B.KOMPETENSI DASAR
1.5 Mengidentifikasi sistem ekonomi untuk memecahkan masalah ekonomi
C.INDIKATOR
1.5.1 Mengidentifikasi cara mendirikan koperasi sekolah
D.ALOKASI WAKTU
2x 45 menit
E.MATERI PEMBELAJARAN
Sistem Ekonomi :
1.pengertian sistem ekonomi
2.macam sistem ekonomi
3.kebaikan dan kelemahan sistem ekonomi
4.cara memecahkan masalah ekonomi melalui sistem ekonomi
F.METODE PEMBELAJARAN
1.Ceramah
2.Tanya jawab
3.Penugasan
G.LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal
Dengan tanya jawab, siswa mengingat kembali tentang biaya peluang
Kegiatan Inti
1. Guru membantu siswa untuk mengetahui dan mengkaji referensi tentang sistem
ekonomi
2.Siswa dapat mengidentifikasi sistem ekonomi dan cara memecahkan masalah ekonomi dengan sistem ekonomi dalam studi lapangan
Kegiatan Akhir
Guru mengadakan evaluasi
H SUMBER BELAJAR
Buku Ekonomi SMA Kelas X ( Penerbit : Ganesha, Bumi Aksara dan Yudistira )
Buku-buku yang relevan
I. PENILAIAN
Bentuk Soal : Uraian
Tehnik : Ulangan harian
Soal Instrumen :
1.Jelaskan pengertian dari sistem ekonomi
2.Sebutkan dan jelaskan macam sistem ekonomi
3.Sebutkan kebaikan dari sistem ekonomi yang ada
4.Sebutkan kelemahan dari sistem ekonomi yang ada
5.Jelaskan bagaimana sistem ekonomi dapat memecahkan masalah ekonomi
Sukoharjo, 01 Juni 2007
Mengetahui
Kepala MA PPMI Assalaam Guru Mata Pelajaran
Sigit Rahardja, S.Si
NIP. - - -
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SEKOLAH : MA PPMI ASSALAAM
MATA PELAJARAN : EKONOMI
KELAS : X
SEMESTER : 1
TAHUN PELAJARAN : 2006/2007
A.STANDAR KOMPETENSI
2. Memahami pengelolaan Konsep ekonomi dalam kaitannya dengan kegiatan ekonomi konsumen dan produsen
B.KOMPETENSI DASAR
2.1 Mendeskripsikan pola perilaku konsumen dan produsen dalam kegiatan ekonomi
C.INDIKATOR
2.1.1 Mendeskripsikan manfaat dan nilai suatu barang
2.1.2 Mendeskripsikan perilaku konsumen melalui studi pustaka / observasi
2.1.3 Mendeskripsikan teori perilaku produsen
D.ALOKASI WAKTU
3 x 45 Menit
E.MATERI PEMBELAJARAN
Perilaku konsumen dan produsen :
1.manfaat dan nilai suatu barang
2.perilaku konsumen
3.perilaku produsen
F.METODE PEMBELAJARAN
1.Ceramah
2.Tanya jawab
3.Penugasan
G.LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal
Dengan tanya jawab, siswa mengingat kembali tentang sistem ekonomi
Kegiatan Inti
1.Guru membantu siswa dalam mengkaji referensi yang mendeskripsikan manfaat dan nilai suatu barang
2. Siswa dapat Mendeskripsikan perilaku konsumen melalui studi pustaka / observasi
dan mendeskripsikan teori perilaku produsen
Kegiatan Akhir
Guru mengadakan evaluasi
H.SUMBER BELAJAR
Buku Ekonomi SMA Kelas X ( Penerbit : Ganesha, Bumi Aksara dan Yudistira )
Buku-buku yang relevan
I.PENILAIAN
1. Tehnik : Ulangan harian
2. Bentuk soal : Uraian
3. Soal Instrumen :
1. Sebutkan barang menurut manfaatnya
2. Sebutkan dan jelaskan barang berdasarkan nilainya
3. Jelaskan pengertian dari Deminishing of return
4. Sebutkan macam nilai suatu barang dan jelaskan
5. Sebutkan dan jelaskan isi hukum Gossen I dan II
6. Buatlah grafik dari teori perilaku produsen
Sukoharjo, 01 Juni 2007
Mengetahui
Kepala MA PPMI Assalaam Guru Mata Pelajaran
Sigit Rahardja, S.Si
NIP. - - -
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SEKOLAH : MA PPMI ASSALAAM
MATA PELAJARAN : EKONOMI
KELAS : X
SEMESTER : 1
TAHUN PELAJARAN : 2006/2007
A. STANDAR KOMPETENSI
2. Memahami pengelolaan Konsep ekonomi dalam kaitannya dengan kegiatan
ekonomi konsumen dan produsen
B. KOMPETENSI DASAR
2.2 Mendeskripsikan Circular Flow Diagram
C. INDIKATOR
2.2.1 Membuat model diagram interaksi pelaku ekonomi ( circular Flow Diagram )
2.2.2 Mengidentifikasi referensi untuk circular diagram bagi pengambil kebijakan
ekonomi
D. ALOKASI WAKTU
2 x 45 Menit
E. MATERI PEMBELAJARAN
Arus lingkaran kegiatan ekonomi :
1. diagram interaksi pelaku ekonomi ( circular flow diagram )
2. manfaat interaksi pelaku ekonomi
F. METODE PEMBELAJARAN
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Penugasan
G. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal
Dengan tanya jawab, siswa mengingat kembali tentang perilaku konsumen dan produsen
Kegiatan Inti
1. Guru membantu siswa dalam memahami pembuatan model diagram interaksi pelaku
ekonomi ( circulair flow diagram )
2. Siswa dapat mengidentifikasi manfaat circulair flow diagram bagi pengambil
kebijakan ekonomi
Kegiatan Akhir
Guru mengadakan evaluasi
H. SUMBER BELAJAR
Buku Ekonomi SMA Kelas X ( Penerbit : Ganesha, Bumi Aksara dan Yudistira )
Buku-buku yang relevan
I. PENILAIAN
1. Tehnik : Ulangan harian
2. Bentuk soal : Uraian
3. Soal Instrumen :
1. Jelaskan pengertian dari circulair flow diagram
2. Jelaskan dengan gambar diagram hubungan RTP dan RTK
3. Jelaskan dengan gambar diagram hubungan RTP dan RTK serta RTN
4. Jelaskan dengan gambar diagram hubungan RTP, RTK dan RTN serta MLN
5. Sebutkan dan jelaskan manfaat circulair flow diagram
Sukoharjo, 01 Juni 2007
Mengetahui
Kepala MA PPMI Assalaam Guru Mata Pelajaran
Sigit Rahardja, S.Si
NIP. - - -
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SEKOLAH : MA PPMI ASSALAAM
MATA PELAJARAN : EKONOMI
KELAS : X
SEMESTER : 1
TAHUN PELAJARAN : 2006/2007
A. STANDAR KOMPETENSI
2. Memahami pengelolaan Konsep ekonomi dalam kaitannya dengan kegiatan ekonomi
konsumen dan produsen
B. KOMPETENSI DASAR
2.3 Mendeskripsikan Circular Flow Diagram
C. INDIKATOR
2.3.1 Mendeskripsikan peran pelaku ekonomi ( RTK, RTP, RTN dan MLN )
2.3.2 Memberi contoh peran pelaku ekonomi di masyarakat ( RTK, RTP, RTN, MLN )
D. ALOKASI WAKTU
3 x 45 Menit
E. MATERI PEMBELAJARAN
Peran Pelaku ekonomi :
1. Peran RTK
2. Peran RTP
3. Peran RTN
4. Peran MLN
F. METODE PEMBELAJARAN
1. Ceramah dan multi media
2. Tanya jawab
3. Penugasan
G. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal
Dengan tanya jawab, siswa mengingat kembali tentang circulair flow diagram
Kegiatan Inti
1. Guru membantu siswa dalam memahami peran pelaku ekonomi dari RTK, RTP, RTN,
dan MLN
2. Siswa dapat mengidentifikasi contoh dari peran pelaku ekonomi di masyarakat
Kegiatan Akhir
Guru mengadakan evaluasi
H. SUMBER BELAJAR
Buku Ekonomi SMA Kelas X ( Penerbit : Ganesha, Bumi Aksara dan Yudistira )
Buku-buku yang relevan dan multi media
I. PENILAIAN
1. Tehnik : Ulangan harian
2. Bentuk soal : Uraian
3. Soal Instrumen :
1. Jelaskan peran dari rumah tangga konsumen
2. Jelaskan peran dari rumah tangga produsen
3. Jelaskan peran dari rumah tangga pemerintah
4. Jelaskan peran dari masyarakat luar negri
5. jelaskan pengertian dari agent of development dari RTP
Sukoharjo, 01 Juni 2007
Mengetahui
Kepala MA PPMI Assalaam Guru Mata Pelajaran
Sigit Rahardja, S.Si
NIP. - - -
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SEKOLAH : MA PPMI ASSALAAM
MATA PELAJARAN : EKONOMI
KELAS : X
SEMESTER : 1
TAHUN PELAJARAN : 2006/2007
A. STANDAR KOMPETENSI
3. Memahami konsep ekonomi dalam kaitannya dengan permintaan dan penawaran dan
harga keseimbangan serta pasar
B. KOMPETENSI DASAR
3.1 Mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran
C. INDIKATOR
3.1.1 Mendeskripsikan pengertian permintaan dan penawaran
3.1.2 Mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran
3.1.3 Menggambar kurna permintaan dan penawaran
D. ALOKASI WAKTU
2 x 45 Menit
E. MATERI PEMBELAJARAN
Permintaan dan penawaran
1. Pengertian permintaan dan penawaran
2. Faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran
3. Menggambar kurva permintaan dan penawaran
F. METODE PEMBELAJARAN
1. Ceramah dan multi media
2. Tanya jawab
3. Penugasan
G. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal
Dengan tanya jawab, siswa mengingat kembali tentang peran pelaku konsumen dan produsen
Kegiatan Inti
1. Guru membantu siswa dalam memahami pengertian permintaan dan penawaran
2. Siswa dapat mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran
3. Siswa dapat menggambar kurva permintaan dan penawaran
Kegiatan Akhir
Guru mengadakan evaluasi
H. SUMBER BELAJAR
Buku Ekonomi SMA Kelas X ( Penerbit : Ganesha, Bumi Aksara dan Yudistira )
Buku-buku yang relevan dan multi media
I. PENILAIAN
1. Tehnik : Ulangan harian
2. Bentuk soal : Uraian
3. Soal Instrumen :
1. Jelaskan pengertian dari permintaan
2. Jelaskan pengertian dari penawaran
3. Jelaskan faktor yang mempengaruhi permintaan
4. Jelaskan faktor yang mempengaruhi penawaran
5. Gambarkan kurva permintaan
6. Gambarkan kurva penawaran
Sukoharjo, 01 Juni 2007
Mengetahui
Kepala MA PPMI Assalaam Guru Mata Pelajaran
Sigit Rahardja, S.Si
NIP. - - -
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SEKOLAH : MA PPMI ASSALAAM
MATA PELAJARAN : EKONOMI
KELAS : X
SEMESTER : 1
TAHUN PELAJARAN : 2006/2007
A. STANDAR KOMPETENSI
3. Memahami konsep ekonomi dalam kaitannya dengan permintaan dan penawaran dan
harga keseimbangan serta pasar
B. KOMPETENSI DASAR
3.2 Menjelaskan hukum permintaan dan penawaran serta asumsi yang mendasarinya
C. INDIKATOR
3.2.1 Mendeskripsikan hukum permintaan dan penawaran serta asumsinya
3.2.2 Menberikan contoh penerapan hukum permintaan dan penawaran dalam kehidupan
di masyarakat
D. ALOKASI WAKTU
1 x 45 Menit
E. MATERI PEMBELAJARAN
Hukum Permintaan dan penawaran
1. Hukum permintaan
2. Hukum penawaran
F. METODE PEMBELAJARAN
1. Ceramah dan
2. Tanya jawab
3. Penugasan
G. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal
Dengan tanya jawab, siswa mengingat kembali tentang faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran
Kegiatan Inti
1. Guru membantu siswa dalam memahami Hukum permintaan dan penawaran
2. Siswa dapat mengidentifikasi penerapan hukum permintaan dan penawaran terhadap
barang kebutuhan di masyarakat
Kegiatan Akhir
Guru mengadakan evaluasi
H. SUMBER BELAJAR
Buku Ekonomi SMA Kelas X ( Penerbit : Ganesha, Bumi Aksara dan Yudistira )
Buku-buku yang relevan dan multi media
I. PENILAIAN
1. Tehnik : Ulangan harian
2. Bentuk soal : Uraian
3. Soal Instrumen :
1. Jelaskan Isi hukum dari permintaan
2. Jelaskan isi hukum dari penawaran
3. Jelaskan pengertian ceteris paribus pada hukum permintaan
4. Jelaskan pengertian ceteris paribus pada hukum penawaran
5. Jelaskan hukum permintaan dalam kebutuhan barang ( Rumah )
6. Jelaskan hukum penawaran dalam kebutuhan barang ( bensin )
Sukoharjo, 01 Juni 2007
Mengetahui
Kepala MA PPMI Assalaam Guru Mata Pelajaran
Sigit Rahardja, S.Si
NIP. - - -
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SEKOLAH : MA PPMI ASSALAAM
MATA PELAJARAN : EKONOMI
KELAS : X
SEMESTER : 1
TAHUN PELAJARAN : 2006/2007
A. STANDAR KOMPETENSI
3. Memahami konsep ekonomi dalam kaitannya dengan permintaan dan penawaran dan
harga keseimbangan serta pasar
B. KOMPETENSI DASAR
3.3 Mendeskripsikan pengertian harga dan jumlah keseimbangan
C. INDIKATOR
3.3.1 Mendeskripsikan proses terbentuknya harga output dalam keadaan keseimbangan
3.3.2 Mendeskripsikan pengertian elastisitas dan macam-macam elastisitas
3.3.3 Menghitung elastisitas permintaan dan penawaran dengan tabel dan matematis
3.3.4 Mendeskripsikan proses terbentuknya harga dan output keseimbangan dan
Grafiknya
3.3.5 Menghitung harga dan output dalam keadaan keseimbangan
D. ALOKASI WAKTU
5 x 45 Menit
E. MATERI PEMBELAJARAN
Harga keseimbangan :
1. Fungsi permintaan dan penawaran
2. Kurva permintaan dan penawaran
3. Pengertian elastisitas dan macamnya
4. Menentukan elastisitas permintaan dan penawaran
5. Pengertian harga dan output keseimbangan
6. Menentukan harga keseimbangan dan output keseimbangan
F. METODE PEMBELAJARAN
1. Ceramah dan
2. Tanya jawab
3. Penugasan
G. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal
Dengan tanya jawab, siswa mengingat kembali tentang Hukum permintaan dan penawaran
Kegiatan Inti
1. Guru membantu siswa dalam memahami fungsi permintaan dan penawaran
2. Siswa dapat mengidentifikasi elastisitas dan macamnya serta menentukan elastisitas
permintaan dan elastisitas penawaran
3. Siswa dapat memberikan contoh proses terbentuknya harga keseimbangan dan out put,
baik secara matematis atau tabel
Kegiatan Akhir
Guru mengadakan evaluasi
H. SUMBER BELAJAR
Buku Ekonomi SMA Kelas X ( Penerbit : Ganesha, Bumi Aksara dan Yudistira )
Buku-buku yang relevan
I. PENILAIAN
1. Tehnik : Ulangan harian
2. Bentuk soal : Uraian
3. Soal Instrumen :
1. Jelaskan fungsi dari permintaan
2. Jelaskan fungsi dari penawaran
3. Jelaskan pengertian elastisitas
4. Jelaskan pengertian elastisitas permintaan dan penawaran
5. Sebutkan macam elastisitas permintaan dan penawaran
6. Jika harga 100 permintaan 20, dan harga 200 permintaan 10 maka besar
elastisitasnya dan jenisnya adalah
7. Jika harga 200 penawaran 50, jika harga 100 penawaran 25, makka besar dan jenis
elastisitasnya adalah
8. Jelaskan pengertian dari harga keseimbangan
9. Jika harga 2000, total biaya variabel 200000 dan biaya tetap 125000, maka
keseimbangan akan tercapai saat jumlah ouput
10. Buatlah grafik dari TR, TC, TFC, TVC, AR, MR, MC
Sukoharjo, 01 Juni 2007
Mengetahui
Kepala MA PPMI Assalaam Guru Mata Pelajaran
Sigit Rahardja, S.Si
NIP. - - -
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SEKOLAH : MA PPMI ASSALAAM
MATA PELAJARAN : EKONOMI
KELAS : X
SEMESTER : 1
TAHUN PELAJARAN : 2006/2007
A. STANDAR KOMPETENSI
3. Memahami konsep ekonomi dalam kaitannya dengan permintaan dan penawaran dan
harga keseimbangan serta pasar
B. KOMPETENSI DASAR
3.4 Mendeskripsikan berbagai bentuk pasar barang
C. INDIKATOR
3.4.1 Mendeskripsikan berbagai bentuk pasar output ( pasar persaingan sempurna dan
pasar persaingan tidak sempurna
D. ALOKASI WAKTU
2 x 45 Menit
E. MATERI PEMBELAJARAN
Pasar barang :
1. Pengertian pasar barang
2. Bentuk-bentuk pasar barang ( pasar output )
F. METODE PEMBELAJARAN
1. Ceramah dan
2. Tanya jawab
3. Penugasan
G. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal
Dengan tanya jawab, siswa mengingat kembali tentang Pengertian harga dan jumlah keseimbangan
Kegiatan Inti
1. Guru membantu siswa dalam memahami pengertian dan bentuk pasar melalui kajian
referensi
2. Siswa dapat mengidentifikasi pengertian dan bentuk pasar melalui kajian referensi
Kegiatan Akhir
Guru mengadakan evaluasi
H. SUMBER BELAJAR
Buku Ekonomi SMA Kelas X ( Penerbit : Ganesha, Bumi Aksara dan Yudistira )
Buku-buku yang relevan
I. PENILAIAN
1. Tehnik : Ulangan harian
2. Bentuk soal : Uraian
3. Soal Instrumen :
1. Jelaskan pengertian dari pasar barang
2. Sebutkan macam-macam bentuk pasar barang dan jelaskan
3. Jelaskan dengan grafik pasar persaingan sempurna
4. Jelaskan dengan grafik pasar monopoli
5. Jelaskan dengan grafik pasar oligopoli
6. Sebutkan perbedaan grafik pasar persaingan sempurna dan tidak sempurna
Sukoharjo, 01 Juni 2007
Mengetahui
Kepala MA PPMI Assalaam Guru Mata Pelajaran
Sigit Rahardja, S.Si
NIP. - - -
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SEKOLAH : MA PPMI ASSALAAM
MATA PELAJARAN : EKONOMI
KELAS : X
SEMESTER : 1
TAHUN PELAJARAN : 2006/2007
A. STANDAR KOMPETENSI
3. Memahami konsep ekonomi dalam kaitannya dengan permintaan dan penawaran dan
harga keseimbangan serta pasar
B. KOMPETENSI DASAR
3.5 Mendeskripsikan pasar input
C. INDIKATOR
3.4.1 Mendeskripsikan berbagai bentuk pasar input
D. ALOKASI WAKTU
2 x 45 Menit
E. MATERI PEMBELAJARAN
Pasar input :
1. Pengertian pasar input
2. Bentuk pasar input dan macamnya
F. METODE PEMBELAJARAN
1. Ceramah dan
2. Tanya jawab
3. Penugasan
G. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal
Dengan tanya jawab, siswa mengingat kembali tentang Pengertian pasar barang dan bentuknya
Kegiatan Inti
1. Guru membantu siswa dalam memahami pengertian dan bentuk pasar input melalui
referensi
2. Siswa dapat mengidentifikasi pengertian dan bentuk pasar input melalui kajian
referensi dan lapangan
Kegiatan Akhir
Guru mengadakan evaluasi
H. SUMBER BELAJAR
Buku Ekonomi SMA Kelas X ( Penerbit : Ganesha, Bumi Aksara dan Yudistira )
Buku-buku yang relevan
I. PENILAIAN
1. Tehnik : Ulangan harian
2. Bentuk soal : Uraian
3. Soal Instrumen :
1. Jelaskan pengertian dari pasar input
2. Sebutkan macam-macam bentuk pasar input dan jelaskan
3. Apakah ada pasar input didaerah sekitarmu, jika ada sebutkan
Sukoharjo, 01 Juni 2007
Mengetahui
Kepala MA PPMI Assalaam Guru Mata Pelajaran
Sigit Rahardja, S.Si
NIP. - - -
